Sabtu, 28 April 2012

seribu musim

Indonesia, ya negeri satu ini memang mempunyai keunikan luar biasa dibandingkan dengan negara-negara yang lainnya. Mulai dari bahasa, budaya, adat istiadat, pakaian, makanan, musim dll. Ngomong0ngomong tentang musim, Indonesia tidak hanya dikenal dengan kepulauan seribunya yang eksotis ataupun kemaritimannya yang mempunyai berbagai macam ikan dan satwa bawah laut yang mencuci mata namun berbagai musim yang terdapat di negara ini sendiri.

Mengapa harus musim??? inilah yang sangat unik di negara ini yang mana tidak terjadi di berbagai negara lain. Salah satunya musim dimana kita harus mensucikan lahir batin serta iklas, yaitu musim haji. Di musim ini, sebagian besar warga Indonesia pergi menunaikan ibadah haji. Dari sabang sampai merauke mereka berbondong-bondong menuju ke tanah Makkah untuk ibadah haji.

Selain itu, ada saatnya dimana semua siswa harun mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan otak dan tak lupa akan selalu berdo'a untuk kelulusannya atau kesuksesannya, yaitu musim ujian. Kebanyakan dari siswa-siswi Indonesia pada musim ini akan serius belajar.

Kemudian, ada juga saat dimana kita mau berbagi  dengan orang lain, yaitu musim buah. Beberapa macam buah yang ada di Indonesia tidak selalu ada di setiap harinya. Karena salah satu macam buah akan panen di saat-saat tertentu dengan jumlah yang besar, maka pada saat itu pasar akan penuh dengan satu macam buah itu saja.

Ada juga saat dimana kita harus melatih kesabaran, yaitu musim liburan. Di musim ini, beberapa tempat hiburan pasti ramai oleh pengunjung, berbeda saat musim sekolah. Dan tentu saja di musim ini jalan lalu lintas pasti akan tercadi kemacetan yang panjang bahkan bisa merenggut nyawa seseorang secara besar-besaran.

Banyak orang harus bersabar dengan berbagai macam bunyi mengagetkan yang tiba-tiba terdengan di samping rumah atau di sekitar rumah, yaitu musim petasan. Di bulan Ramdhan khusunya banyak anak kecil yang beramai-ramai bermain petasan, tidak hanya anak kecil saja melainkan orang tua juga senang bermain petasan atau kembang api.
Dan tentu saja masih banyak musim di Indonesia khususnya... :)

Kamis, 26 April 2012

SEBERAPA JOROK RESTORAN CEPAT SAJI???

Seorang karyawan McDonald’s di South Carolina meludah ke dalam dua cangkir es teh manis yang dikembalikan pengunjung karena kurang manis. Sebuah video menunjukkan, karyawan itu membungkuk di depan cangkir sebelum menyerahkan cangkir itu kembali.
Pihak McDonalds mengakui terdapat lendir di dalam es teh manis. Si karyawan pun ditangkap atas tuduhan memasukkan bahan berbahaya ke dalam makanan. Insiden McDonald’s itu seolah membuktikan kebenaran ungkapan “Jangan pernah bikin pelayan marah. Mereka bisa saja meracuni makanan kita.”

Rahasia dapur
Anthony Bourdain, seorang koki, pernah menulis buku yang mengupas habis sisi kelam dunia kuliner lebih dari 10 tahun lalu. Buku itu amat bagus dijadikan panduan supaya kita tidak keracunan ketika sedang kencan. Bourdain menyibak pintu dapur dan mengungkapkan beberapa trik kotor yang dilakukan restoran. Misalnya, menyaring abu rokok dari mentega yang sudah terpakai — untuk membuat saus — serta menyajikan daging sapi lama kepada pengunjung yang minta steak matang (well-done).

Skandal ayam
Ada banyak lagi contoh penyajian makanan terkontaminasi oleh restoran (serta dapur yang tidak bersih), terutama oleh waralaba resto cepat saji. Baru-baru ini, seorang mantan manajer KFC di Oregon menuntut pemilik cabang karena memecat seorang karyawan yang menolak menyajikan ayam busuk dan lewat kedaluwarsa. Menurut gugatan itu, si manajer mengundurkan diri karena “tidak tahan terus-terusan menyajikan ayam busuk kepada pengunjung.”

Bahaya makanan cepat saji Tanpa bermaksud menunjuk hidung satu pihak tertentu, sebuah investigasi oleh NBC Dateline mengungkapkan 60 persen jaringan restoran telah melanggar kode etik kesehatan selama satu setengah tahun sebelum laporan itu dibuat.
Beberapa masalah kesehatan yang terjadi di waralaba seperti McDonalds, Taco Bell, Wendy’s dan Burger King adalah masuknya tikus, serangga, dan kotoran lain ke dalam dapur, serta buruknya sanitasi karyawan. Mengingat 25 persen warga Amerika Serikat makan di resto cepat saji setiap hari, bayangkan betapa besarnya kemungkinan mereka terjangkit penyakit.
The Huffington Post telah merilis katalog yang berisi laporan benda-benda “asing” dalam makanan cepat saji. Antara lain: telur lalat di kentang goreng Wendy’s, air liur di burger Whopper, dan plester berdarah di Pizza Hut, lalu tikus goreng di dalam keranjang Popeye’s.
Bagaimana dengan restoran independen (yang tak tergabung dalam jaringan)? Bourdain mengatakan, dapur mereka kini lebih bersih dibanding dulu. “Kondisi pasar ikan, dan penanganan kualitas makanan secara umum, sekarang lebih baik,” katanya kepada WebMD. “Ada upaya menjaga kualitas di dapur-dapur yang dulu tidak ada.”

Meski demikian, tidak ada restoran yang mampu mengendalikan tindakan impulsif karyawannya. Mungkin ada baiknya bila teh Anda kurang manis, tambahkan saja gula sendiri.